Long time no see...
Kata-kata yang sering digunakan oleh dua individu ketika setelah sekian lama atau mungkin hanya sebulan tidak ketemu. Tapi kata ini tidak hanya dipakai antara dua individu, tetapi juga digunakan oleh seorang individu kepada benda mati, seperti buku diary ataupun diary elektroniknya... Tapi kalau saya mau menggunakan untuk keduanya (sapa tahu aja ada yang pas lewat trus baca tulisan ini ^^)
Terakhir kali nulis tahun lalu yach kalu ga salah... November... Banyak hal terjadi yang pastinya. Kalau bulan-bulan terakhir tahun 2010 adalah masa penuaian saya atas apa yang saya tabur. Maka saat ini ada waktunya untuk menabur kembali.
Masalah utama dan cukup krusial terjadi 5 bulan, di bulan-bulan akhir tahun. Pertama saya mencoba untuk menyalahkan banyak orang. Tanpa saya sadari bahwa inilah hasil dari apa yang saya tabur di tahun-tahun sebelumnya. Mimpi akan pencapaian sesuatu harus saya tunda. Akan tetapi, lagi-lagi tanpa saya sadari, 5 bulan itu adalah waktunya bagi saya untuk mempelajari hal yang baru. Yang bermanfaat bagi apa yang harus saya selesaikan, dalam hal ini skripsi.
Mungkin bagi orang lain, apa yang terjadi atas saya itu memalukan. Karena 10 tahun bukanlah waktu yang pendek. Tapi jujur saja, saya tidak menyesal. Malahan di +/- 10 tahun terakhir ini, banyak hal yang saya dapat dan saya tidak akan menukarnya dengan apapun. Meski nantinya saya harus mempertanggungjawabkan apa yang saya lakukan ini, tapi tetap saya tidak menyesalinya. Dan saat ini saya sedang belajar untuk mengakuinya kepada orang lain. Meski sebagian diri saya masih agak malu dan takut, tapi saya tidak akan menyesal. Karena apabila saya takut mengakuinya kepada orang lain, bagaimana mungkin saya bisa menghadapi diri saya sendiri. Musuh utama dari seorang manusia itu adalah dirinya sendiri, baru iblis.
Jujur saja sebagai orang yang berada diantara introvert dan ekstrovert tidaklah mudah. Ya saya berada di tengah-tengahnya... Karena kalau saya bilang saya adalah orang yang pendiam, orang yang mengenal saya akan tertawa. Tapi kalau saya bilang saya adalah seorang yang ceriwis, maka orang yang baru ketemu saya bakalan memasang muka tidak percaya.
Tapi, itulah hebatnya Tuhan. Menciptakan manusia sesuai dengan standar Dia. SEMPURNA di mataNya. Ya, saya sempurna di mata Pencipta saya. Wong punya dua mata, satu hidung, satu mulut, dua tangan, dua kaki, dua telinga, dan organ-organ lainnya yang tidak mungkin saya mau sebutkan satu demi satu takutnya entar dikirain anak kedokteran padahal asli abis anak sastra... ^____^
Okay, ekstra 5 tahun yang saya tambahkan sendiri kedalam masa belajar di bangku kuliah, cukup banyak memberikan sumbangsih terhadap pembentukan karakter saya. Bukan hanya karena usia sudah bertambah mendekati kepala 3... Haaay hay haaayyy.... But benar seperti yang pernah seorang kenalan saya katakan kepada saya bertahun yang lalu. Kedewasaan rohani tidak diukur dengan usia, berapa lama kamu tahu Tuhan Yesus. Ternyata kata-kata dia bisa dipakai tidak hanya perihal kedewasaan rohani saja, tetapi juga perihal kedewasaan secara pribadi.
Karena benar adanya, entah udah ada teorinya atau belum, bahwa kedewasaan seseorang tidak bisa diukur dengan pertambahan umur. Kalau kita melihat orang-orang di sekitar kita, kita akan mendapati orang-orang yang lebih tua dari kita bertindak seperti anak kecil. Misalkan saja 'menusuk' temannya dari belakang karena cemburu, ngambek kepada pacar karena hal kecil, mencuri uang orang lain demi membeli sesuatu, dan beberapa hal lainnya. Tapi kalau mau dipikir yach, anak kecil meniru perbuatan orang tuanya, trus orang tuanya waktu kecil berbuat sama yang dilakukan anaknya, meniru orang tua mereka. Kalau gitu, siapa sich yang sebenarnya memulai roda 'bendi' ini?
^^
Terlalu dalam untuk dibahas di blog yang ini. Nanti aja dibahas di blog yang satunya ach...
Yang jelas, beberapa bulan belakangan ini semenjak artikel di blog ini terakhir ini di tulis, banyak hal yang terjadi. Beberapa orang menjadi kenalan baru. Dan orang-orang itu adalah orang-orang yang tidak hanya menjadi teman biasa saja, tetapi teman yang amazing dalam Tuhan Yesus Kristus. Banyak hal juga Tuhan Yesus bukakan. Mulai dari waktu yang sudah semakin sempit dalam menanti kedatanganNya kembali. Sampai dengan bagaimana nantinya saya akan mati. Saya tidak akan takut mati selama saya mempunyai Juruselamat saya. Ketika saya sengaja menghilangkan Juruselamat saya, itulah saatnya saya takut akan kematian. Hohoho daleeeeeemmm...
But more than ever, i love my Jesus Christ. Trully He is love of my life... Suamiq nanti yang kedua... Hohohohohohoho... (dia bakalan ngerti koq)
Wes... mau lanjutin dulu apa yang harus diselesaikan....
Cya amigos...
Much love, warmth hug from me
JCbu
Jen
Tuesday, February 08, 2011
Long time no see
Posted by Jennifer at 7:24 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment