CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Saturday, June 19, 2010

For whom i live for?

Beberapa jam yang lalu saya menonton sebuah reality show dari sebuah stasiun TV swasta luar negeri yang memberi cukup banyak pelajaran bagi saya. Hari ini pemutaran kembali bagian kedua, sambungan dari minggu kedua. Di episode ini, ke tujuh pria, yang kesemuanya adalah artis di haruskan memberikan kuliah singkat selama 30 menit didepan beberapa ratus mahasiswa baik yang baru masuk maupun yang sudah lama masuk. Dan tentu saja mereka semua sebagian besar menceritakan pengalaman mereka selama di dunia entertainment.

Dimulai dari bagaimana pentingnya merencanakan masa depan kita, say yes to almost everything (jadi ingat filmnya Jim Carrey, Yes Man), menemukan apa yang benar-benar kita kuasai, cast-away theory (yang ini tidak sempat aku nonton baik-baik), berusahalah semaksimal mungkin dalam mempromosikan diri sendiri sembari menampilkan diri kita apa adanya, be patient sampai dengan For whom i live for?

Kesemuanya itu sebenarnya aku temukan juga dalam buku The Purpose of Driven Life. Sebagai anak Tuhan, kita perlu merencanakan masa depan kita dengan Tuhan. Apa yang kita inginkan, alangkah baiknya jika komunikasikan atau konsultasikan langsung dengan Tuhan. Mengingat kita ini adalah ciptaan Tuhan dan kepunyaan Tuhan. About say yes to almost everyhting, yang dimaksudkan oleh orang tersebut adalah bagaimana, kita mengatakan kepada peluang-peluang positif yang datang kepada kita. Sebagai anak Tuhan, kita juga harus bisa mengatakan yes akan panggilan yang dia berikan kepada semua anak-anakNya. Meberitakan InjilNya dan hidup bagi kemuliaanNya. Menemukan apa yang benar-benar kita kuasai. Tuhan menciptakan kita semua dengan talenta dan bakat yang berbeda-beda. Salah satu tujuan kita diciptakan oleh Tuhan adalah untuk kemuliaan namaNya dengan menggunakan secara bijak apa yang telah Dia berikan kepada kita, talenta dan bakat kita. Mempromosikan diri secara tulus kepada orang lain. Bukan menjilat, tetapi diri kita yang terbaik yang sebenarnya. Mempromosikan diri secara tulus mungkin adalah hal yang tersulit untuk dilakukan. Karena tidak ada manusia yang sempurna. Be Patient. Materi ini, pada reality show tadi, dibawakan oleh seorang artis senior yang sudah bergelut selama 30 tahun dalam dunia entertainment. Dia sendiri mengaku bahwa menjadi artis selama itu bukanlah hal yang mudah. Apalagi untuk beberapa tahun belakangan jadwal syuting dirasakan menjadi cukup berat karena mungkin faktor usia dia. Tetapi dia mengaku bahwa dia tidak saja membuang begitu saja setiap beban yang ada padanya. Karena setiap itu ada maknanya tersendiri. Be patient juga diajarkan oleh Tuhan dalam Alkitab yang kita baca. Daniel dengan sabar menghadapi empat bos yang berbeda. Dengan sabar, Daniel menyembah Tuhan di tempat yang tersembunyi. Dengan sabar Tuhan Yesus menjalani setiap siksaan demi menebus dosa manusia yang dikasihi Allah. Kesabaran itu penting. Hari ini aku belajar itu, dan menyesal telah kehilangan kesabaran itu meski untuk beberapa menit. To whom i live for? Banyak buku yang dijual bercerita tentang bagaimana dan bagi siapa kita menjalani hidup ini. Bahkan pembawa materi ini mengatakan bahwa kita harus hidup bagi diri kita sendiri. Bukan bagi orang lain. Hal ini sebenarnya agak bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh Allah melalui Alkitab yang kita baca setiap hari. Seperti yang aku telah katakan sebelumnya di atas. Bahwa manusia itu hidup bagi kemuliaan Tuhan.

My journey not yet end. But still need to do more for the Glory of God....

Happy Sunday <3