Hahahahahahahahahahahahhaha..........
Diantara semua lelaki yang menyandang status pacar dunia maya-ku, maybe Si O yang paling gombal. Apa yang dia bilang kemarin cukup menyegarkan mata. Segala perkataan / tulisan yang dia katakan, tidak bisa kuterima and kupercaya sama sekali. Meski dia bilang,
"Memang kalo menyangkut dunia maya, kita pasti bakalan mikir dua kali sebelum bilang iya."
Maybe he can but seem i can't. Gak mungkin aku meraih predikat ratu chat dari temen-temen kos kalo aku ga ahli dalam hal itu.
Wew... setelah aku pikir kembali, kayaknya kata ahli membawa beban sendiri. Mendingan kata terbiasa saja dech. Meski aku sempat vakum dari dunia chat selama, entahlah dua apa tiga tahun dan tenggelam dalam dunia organisasi mahasiswa. Facing the real people has it own fun.
Chat ama si O bener-bener membuatku teringat kembali masa lalu, yang menurutku cukup norak juga... ^^
Anyway, hari ini aku lihat lagi dia. Wew, kebayang terus mukanya. Soalnya tadi memang pas-pasan mata ketemu mata. Hanya saja, dia untuk saat ini sudah menyandang predikat milik sementara orang lain. Jangan kuatir, dia lom kawin koq. Ga mungkin aku akan mencintai seseorang yang telah dirantai oleh wanita lain. Dan semua hal itu, statusnya, dan yang lain-lain, membuatku susah untuk mengungkapkannya. Entah sampai kapan aku harus memendam perasaan ini.
Mungkin, mulai dari saat ini juga, dan dengan sangat terpaksa, aku harus melupakan perasaanku terhadapnya. Dan biarlah dirinya menjadi kakak bagiku yang tidak mempunyai kakak, kecuali adik-adik.....
Tapi diatas semuanya itu, aku benar-benar terpesona oleh setiap perasaan cinta yang datang memenuhi, menyelimuti diri ini.
You are an awsome God. I really happy ammuse because of You!
Love You God.
Thursday, October 02, 2008
happy... happy me...
There were a time i think and wish not to be born in this world....
But after many times, i think i must be fool if i didn't born in this world. Cause born in this world is a privillage.
And no matter what happen i just happy to be me.
Happy....
hAppy....
haPpy....
hapPy....
happY....
M...
E....
Me
Sunday, August 17, 2008
da Independence day
17 Agustus enam puluh tiga tahun yang lalu, masyarakat Indonesia bersatu dan bersepakat untuk merebut kembali kebebasan yang telah direngut oleh para penjajah. Selama itu pula Indonesia mengalami banyak peristiwa, entah itu suka maupun duka.
Melihat perkembangan yang ada di Indonesia, saya merasa cukup puas. Meski saya hidup di Indonesia ini baru 24 tahun lamanya dengan kata lain seumur hidup saya. Saya teringat semasa SD dimana suatu ketika saya meluncurkan kalimat protes atas pejabat yang saya lihat di televisi yang pada akhirnya dilarang untuk mengulangi hal yang sama dikemudian hari, karena mereka takut (pada waktu itu) ada 'orang-orang' yang melakukan sesuatu yang buruk atas saya. Sebagai seorang anak kecil terang saja saya takut dan berusaha serta belajar menahan laju kalimat yang keluar dari mulut saya. Mengingat itu semua saya sadar, bahwa Indonesia belum sepenuhnya merdeka, belum sepenuhnya bangkit. Soal Indonesia bangkit, menurut beberapa orang, saya rasa belumlah maksimal. Semua yang terjadi di Indonesia, demo besar-besaran mahasiswa di Indonesia yang kedua yang meminta turunnya presiden Soeharto tidak bisa saya banggakan. Karena dilain pihak masyarakat kecil yang tidak tahu apa-apa dirugikan.
Suatu kali saya pernah ikut demo yang 'diselenggarakan' oleh beberapa senior-senior dari beberapa fakultas di universitas saya. Dan jujur saja, waktu itu saya tidak tahu apa sebenarnya yang ingin 'diperjuangkan' oleh kami semua saat itu. Tetapi rasa penasaran saya saat itu begitu besar, sampai akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti demo itu, meski sebelum masuk kuliah orang tua saya sudah wanti-wanti untuk tidak ikut demo. Mungkin mereka takut peristiwa mei '98 juga akan menimpa saya. Dan kenyataan yang saya temukan bahwa hanya sekitar 15% dari total mahasiswa yang ikut, yang sungguh-sungguh mempunyai aspirasi yang murni. Sisanya, hanya ikut-ikutan, termasuk saya.
Sebagai mahasiswa saya tidak terlalu suka dan bangga dengan demo-demo yang dilakukan oleh mahasiswa lain. Karena semuanya tidaklah semurni dengan hasrat dan harapan para pemuda dahulu. Memang benar kata orang tua, orang muda itu cepat panas. Cukup banyak pengrusakan demi pengrusakan aset negara yang dilakukan setiap kali ada demo. Bukanlah 'banyak jalan menuju Roma'. Memang semua butuh waktu, bahkan makanan instant pun butuh waktu supaya bisa kita santap. Seandainya 100 orang dari ribuan mahasiswa tiap fakultas di tiap universitas di tiap daerah mau dengan sungguh meningkatkan kualitas diri, pasti saat ini Indonesia bisa lebih maju lagi. Bagaimana mungkin kita bisa meneriakkan penangkapan pelaku kkn disetiap protes 'demi kesejahteraan masyarakat' jika kita sendiri, para mahasiswa, masih ada yang membayar dosen supaya bisa cepat selesai kuliah, supaya mendapatkan nilai yang bagus. Bukankah sama saja dengan para koruptor lainnya?
Saya hanya bisa berharap sambil melakukan tindakan, meski tidak terlalu besar, supaya Indonesia akan menjadi negara yang maju dan yang bermoral. (Jangan sampai hanya maju saja, baru moral itu tidak ada lagi.)
Monday, July 28, 2008
Finally.....
A view days ago my parents celebrated, their silver wedding anniversary. twenty five years is not a short time to spend your day with someone u love. i'm proud with my parents. cause i think it's need a really big understanding between eachother, facing the 'ego', still loving your love to keep holding on for twenty five years marriage. I just hope i can do the same thing when i getting married (i think it's gonna be soon).
But behind the celebration, is a week full of depression. Two weeks preparation for a party that invited for about four hundred people, including children, really, really an exhausted weeks. Especially when something wrong or not happen exactly with my mom's will. It's a secret. My mom are a perfectioniss woman. it was a really, really frustuated days. And i'm really glad that everything ends well.
Fiuih...... Thank God.
I'm just hope later, my wedding preparation not gonna be a frustuating moment.
We'll see
Tuesday, May 20, 2008
Dua sisi
Hari ini, ketika matahari mulai terbit lebih awal dari jadwalnya, mata ini terbuka, meski agak dipaksakan. Pikiran dan hati ini hanya tertuju akan apa yang akan dibawa untuk ibadah padang ASM Jemaat Getsemani Sakobar. Ibadah yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak sekolah minggu di kolomku - maklum aku saat ini berstatuskan guru sekolah minggu mereka. Setelah semuanya selesai, saya kembali ke dalam kamar, membangunkan adik dan keponakan saya, yang juga begitu antusias menunggu ibadah padang hari ini.
Di satu sisi saya juga senang, karena pikiran dan mata ini perlu diistirahatkan dari hal-hal yang rutin dilakukan sehingga kelelahan itu terasa bertambah sedikit demi sedikit. Semangat perlahan-lahan berkurang seiring waktu dan banyaknya hal yang dipikirkan. Meski saya tahu pada saatnya, tubuh saya akan merasakan kelelahan yang amat sangat, karena dan mengingat saya dan beberapa guru sekolah minggu harus menjaga kurang lebih 30 orang anak kecil yang ada kemungkinan tidak semuanya ikut. Di sisi lain saya mendapat berita yang cukup mengejutkan dari teman-teman kampus saya. Pagi ini, kalo tidak salah, salah satu dosen di fakultas kami, ketua Jurusan Sastra Inggris, David Lotulong meninggalkan tubuhnya dan bumi ini untuk berpulang kepada Sang Pencipta sambil menunggu keputusan akhir apakah akan ke 'bawah' atau ke 'atas'.
Sementara perasaan dan pikiran saya sedang mengolah dengan baik berita yang saya terima melalui pesan singkat di ponsel saya, saya melanjutkan kembali apa yang sempat terhenti. Kalau sebelumnya saya selesai mempersiapkan bekal, maka kali ini saya mengurus apa-apa yang dibutuhkan di sana, semisal baju ganti. Dan ketika semuanya sudah siap, termasuk logistik, saya beralih ke kamar mandi untuk membersihkan badan ini dari keringat dan debu yang menempel pada saat saya tidur.
Puji Tuhan, setelah semuanya selesai, dan anak-anak sekolah minggu beserta pengantar mereka yang notabene orangtua mereka, kami pindah lokasi ke gereja sebelum akhirnya kami menuju ke tempat pelaksanaan ibadah padang itu.
Puji Tuhan setiap saat, hari ini mereka, anak-anak sekolah minggu kolomku, dengar-dengaran terhadap semua peringatan dan larangan yang dapat membahayakan diri mereka. Sungguh suatu keajaiban mereka dengar-dengaran hari ini, dan semua yang terjadi hari ini saya rasa, semuanya sudah diatur sedemikian rupa oleh Allahku.
Dua sisi, dua hal, dua rasa yang terjadi pada diriku hari ini. Jika setiap manusia mengalami dua hal yang berlawanan dalam sehari maka tidak dapat dibayangkan bagaimana Sang Pencipta dapat melakukan semuanya itu. Sungguh nyata firman Allah bahwa pikiranNya tidak dapat diselami oleh manusia manapun. Terpujilah Allahku!!
Thursday, May 15, 2008
Hanya sebuah jurnal
Kata seorang temanku bahwa menulis itu membutuhkan konsentrasi yang cukup besar.....
Mungkin dia ada benarnya juga, menulis sesuatu membutuhkan pemikiran yang cukup dalam, mengingat kita harus mencari kata yang tepat. Dan aku rasa itu sama halnya dengan saat kita berbicara dengan seseorang. Kita harus mencari kata yang tepat untuk diucapkan agar orang yang sedang berbicara dengan kita tidak salah mengartikan setiap kata yang terangkai menjadi sebuah kalimat yang keluar dari mulut kita. Dengan kata lain - menurutku - sebuah karya tulis entah itu cerita, artikel di koran, berita di koran bahkan puisi adalah sebuah komunikasi verbal (cocok atau tidak yach pemilihan kata 'verbal'?) dimana sang penulis tidak berhadapan langsung dengan pembaca selagi berkomunikasi, akan tetapi apa yang ditulis oleh itu secara tidak langsung mempengaruhi si pembaca. Baik itu dari cara berpikir, sampai cara pembentukan sebuah hasil karya tulis lainnya dapat dipengaruhi.
Dan baru saja aku menyadari, bahwa ketika seseorang dikatakan menjiplak sesuatu itu baik disengaja ataupun tidak, semuanya itu dikarenakan seseorang itu terpengaruh oleh apa yang dibaca, dilihat dan didengarnya. Kasihan juga mereka yang tidak berencana menjiplak, akan tetapi konsep dari penulis favorit atau bacaan favoritnya telah melekat dengan erat dalam benak, maka merekapun harus rela disebut peniru.
Saya sendiri dua tahun terakhir ini cukup terpengaruh dengan novel-novel chiclit yang sering saya beli. setiap saya mencoba untuk menulis tetap saja agak sulit menemukan gaya menulis saya. Saya terpengaruh dengan penuturan yang ringan dari beberapa penulis dari beberapa novel yang saya baca. Bagaimana kata demi kata - meski terjemahan dan saya salut kepada penerjemahnya karena berhasil memilih kata-kata yang tepat - mengalir perlahan tapi pasti. Tapi tidak perlahan sekali ataupun berbelit - untuk bagian berbelit saya tidak menyukainya, saya bisa membayangkan bagaimana bila novel itu diangkat ke layar lebar, saya pasti tidak akan menontonnya - karena itu cukup membosankan. Dari tiga novel yang saya tulis, tidak ada biar satupun yang selesai. Kalo menurut mereka yang telah lama melanglang buana dalam dunia tulis menulis menyebutnya stagnasi, kebuntuan ide. Sepertinya itu yang terjadi.
Mungkin juga karena saya dikritik cukup pedas oleh orang-orang terdekat saya perihal tulisan saya. Dari tiga orang yang membaca hasil karya saya, ketiganya bilang kalo mereka cukup pusing membaca hasil karya saya. Sedih dan agak down juga sich sebenarnya. Tapi mudah-mudahan tahun ini semuanya bisa saya selesaikan - karena salah satu dari ketiga novel itu sudah memasuki tahun ketiganya - termasuk skripsi saya.
Berbicara soal skripsi, saya masih belum menemukan feeling yang tepat. Maklum saja kuliah dijurusan yang mengajarkan segala sesuatu mengenai bahasa, termasuk unsur-unsurnya, tidaklah mudah untuk dirangkum dalam sebuah skripsi. Apalagi kalau yang diambil itu bahasa asing. Ada pembatasan-pembatasan yang cukup membuat kreatifitasku tertahan. Fuuuuhhhhh..... cukup melelahkan juga jadinya.
Anyway, by the way, and bus way - hahahahahahaha - seperti sebelumnya saya katakan diatas, mudah-mudahan tahun ini semuanya atau setidaknya dua dari empat dari karya tulis saya selesai - untuk sebuah skripsi itu HARUS selesai tahun ini - .
Kayaknya cukup sekian saja dulu, ada tugas yang harus saya lakukan
Manado, 16052008, 00:52
Friday, April 18, 2008
After the "Day"
It's been three days after my birthday. Yes, my father was not in town with us that time. He just arrived a day after. I tough i've alrady tell. But for sure what happen in my birthday, that most of people that i know, i loved, i care for give their best wishes for me.
It's been a precious gift for my birthday.... So many people that remember my birthday. Even one of my bestfriend forgot to give me her wish...Well, it probably she really busy. My hands really tired that day, coz i've to send text to give thanks for their wishes.... Even i wanna celebrate together with them.
What i've been wishing for on my birthday, for now just finish my study, go aboard to see the world from other window. Catch up again my dream, His dream......Find my soulmate? don't know.....
I've been thinking what actually i want in my life beside my main purpose to please my God........
So many things that i want, but now is the important matter is "what is the thing i want the most".......
Still learn, still figure, still finding it...
New age, new wish, new responsibility...Even my hair cut is new (just cut it this evening by myself), new hope, new love.....everything new. And just need to figure it out...
Monday, April 14, 2008
A sad day
Tomorrow is my birthday.....
Today, my father flight to other city for a duty. And gonna back a day after my birthday......
So i'm so sad, cause i can't celebrate my birthday with my father.....
But it doesn't matter.....as long as my father can arrive safely the next day after my birthday....
I have so many wish, for this year. But, later i'll tell u what it is.
Gbu

