64 tahun yang lalu, Bung Karno memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia.
64 tahun yang lalu, untuk pertama kalinya sang saka Merah Putih dibentangkan di muka khalayak pada sebuah tiang dalam sebuah upacara.
64 tahun yang lalu, perjuangan bangsa Indonesia dimulai.
Kalau orang banyak mengira perjuangan bangsa Indonesia berakhir ketika penjajah meninggalkan tanah air tercinta ini, bagiku perjuangan itu belum berakhir. Perjuangan bangsa Indonesia tidak akan pernah berakhir, karena masih banyak hal yang harus dilakukan untuk kemajuan bangsa.
Kalau banyak orang banyak mengatakan "Indonesiaku malang", bagiku Indonesia termasuk beruntung. Beruntung karena Tuhan memberikan Sumber Daya Alam yang seakan-akan tidak pernah habis. Beruntung karena hingga sekarang masyarakat Indonesia masih masuk ke dalam daftar bangsa dengan masyarakatnya yang ramah. Beruntung karena meski banyak hutang, tetapi tetap masih bisa maju untuk melunasi hutang-hutang tersebut. Beruntung karena tiap-tiap ras, suku bangsa dan agama tetap bersatu meski berbeda. Beruntung karena bisa menikmati kemajuan teknologi (sebentar lagi sampai kakek dan nenek bisa menggunakan internet....online, online.... online, online.... ^^)
Kalau kebanyakan orang pesimis dengan masa depan bangsa Indonesia, aku akan tetap optimis. Karena keberadaanku di Indonesia bukan suatu kebetulan. Aku menjadi bagian dari bangsa Indonesia semenjak bayi hingga sekarang dan seterusnya bukan karena kebetulan. Aku percaya, suatu waktu Indonesia akan menjadi negara yang maju dengan masyaraktnya yang tetap ramah, religius, dengan tingkat toleransi yang tinggi terhadap perbedaan, terbuka pemikirannya, dan mampu memberikan solusi serta bantuan bagi bangsa lain.
Dan oleh karena itu aku mau mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia supaya sadar akan tanggung jawab yang kita emban dalam memajukan bangsa Indonesia tercinta ini.
Bagi para pasangan suami istri yang baru menikah dan sementara menanti momongan, tanggung jawab akan masa depan bangsa ini ada di tangan kalian. Didiklah anak-anak kalian supaya bisa mencintai bangsa ini, dan tetap optimis serta melakukan yang terbaik bagi Indonesia.
Buat anak-anak muda, guys hidop loe semua berarti. Jangan sia-siakan waktu loe dengan hal yang membuat loe semua gak bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa ini. Gak papa loe mau having fun atau hang out bareng teman-teman, but kalian (termasuk aku) harus tetep ingat dan sadar masa depan bangsa ini juga ada di tangan kita. Kalo bangsa ini entar hancur, loe pada mo tinggal di mana? Juga satu lagi, gak papa loe pada turun demo pemerintah, tapi, apa loe sudah memberikan yang terbaik dalam kuliah kalian? Kalo memang loe ingin ada perubahan, belajar baik-baik, jangan suka bolos, nyimeng, ngeseks bebas dan tetap optimis dan tetap berserah kepada Allah. Sadar euy.... meski masih ada orangtua kita, tapi kita bukan anak kecil lagi. Time to grow up. woke?!
Jadi semangat gini ngetiknya.
Tapi, sekali lagi, MET ULTAH BUAT NEGARA INDONESIAku TERCINTA. 64 tahun, masih muda untuk usia sebuah negara. Pasti bisa maju....
MERDEKA and GBU all
Sunday, August 16, 2009
Met Ultah Indonesiaku
Posted by Jennifer at 4:24 PM 0 comments
Friday, August 14, 2009
Parenting dach.....
Kaget juga sich tadi siang pas dengar kisah salah satu artis muda indonesia yang mengupload video stressnya di Youtube. Buset dach, memangnya tidak bisa begitu dijadikan koleksi pribadi saja?
Sapa bilang jadi artis itu gampang. Lihat saja Drew Barrymore, dari kecil sudah jadi artis, pas remaja jatuh bangun dia alami. But she can survive. Seharusnya artis-artis di Indonesia tuch tau dan mengerti segala konsikuen yang ada ketika mereka memilih untuk menjadi seorang artis. Kalo misalnya ada yang bilang, "Khan saya sudah jadi artis dari saya kecil, waktu itu saya belum mengerti, saya iya, iya saja" itu berarti yang bertanggung jawab penuh dan seharusnya sadar peranannya adalah para orangtua. Berbahagialah artis-artis muda yang didampingi mama atau anggota keluarga lainnya.
Ini juga peringatan secara tidak langsung buat kita semua, baik itu orang tua maupun calon orang tua yang bermimpi anaknya menjadi artis terkenal. Sah-sah saja punya mimpi seperti itu dan mewujudkannya. Tapi, kita juga harus ingat dan paham betul segala kemungkinan yang akan terjadi ketika impian itu sedang dijalankan oleh anak-anak kita. Kalau sudah mengerti, langkah berikutnya yaitu apakah kita siap menjadi penuntun arah anak kita tanpa banyak mengatur? Apakah kita siap tidak terbawa emosi, ketamakan, keegoisan yang pastinya akan muncul tanpa diduga? Apakah kita sudah siap mempunyai solusi yang tepat buat anak-anak kita? Karena biar bagaimanapun, mereka itu titipan Tuhan bagi kita. But semuanya itu bukan berarti kita harus mengurung anak-anak kita dalam rumah setiap saat.
Kalo mau dibahas sampai tuntas sich tidak mungkin. Karena ilmu psikologiku masih kurang :D Tapi yang pasti, apa yang akan terjadi dengan anak-anak kita - entah anak kandung, anak angkat, anak adopsi, anak didik - itu semua ditentukan oleh bagaimana cara kita memberikan pengetahuan - formal dan non-formal - kepada mereka yang nantinya akan membentuk kepribadian mereka secara utuh.
Karena anak-anak itu bagaikan kertas putih yang masih kosong, bagaikan spons yang menyerap dengan cepat apa yang ada disekelilingnya. Beruntung sekali kalau anak itu cepat mengerti bahwa hal ini benar atau hal itu salah. Seandainya (dan pasti ada beberapa anak) yang menerima begitu saja tanpa menyaring terlebih dahulu. Kalo sampai hal itu terjadi, hanya ada satu hal yang bisa kita lakukan, dan itu bukan berarti membawanya ke psikiater, tapi menyerahkan hidup anak itu ke tangan Tuhan Sang Pencipta...
Ini juga adalah satu hal yang harus aku ingat. Supaya nanti, ketika aku sudah mempunyai anak, aku sadar sebelum segala sesuatunya terlambat....
Posted by Jennifer at 12:26 PM 0 comments
Chacha oh chacha
Wow... heboh dech beritanya si Marshanda di tipi. Kaget juga dengarnya tadi siang. Segitunya cha? Proof it? Jangan cuman pake kata-kata dech Cha. Kamuna masih muda, sayang banget buang energi, buang waktu mengingat yang sudah-sudah. Emang ga gampang sich melupakan apa yang orang lain perbuat ke kita. But give me a break. Lo yang susah, stress, cape' mereka enteng aja tuch. Mendingan lakuin hal lain ajah yang positif.
Kacian tau liat lo kayak gtu cha, meski aku tidak ngefans sama dirimu, but come on, sewaktu lo putusin jadi artis khan pasti lo dah tau resikona apa saja. Jadi artis tu sama saja jadi anggota keluarga kerajaan atawa yang lainnya yang menurut masyarakat luas masuk golongan terpandang. Stay cool cha. Liat tu si Taylor Swift, dia sadar dia tuch dah jadi panutan anak-anak dan para remaja. Lo tu sama kayak dia. Tau ga apa yang lo lakuin itu bisa berpengaruh sama fans lo yang masih remaja. Kapan Indonesia mo maju euy...
Serahkan semuanya sama Allah aja... hayah... Come on, you can make it girl... Jangan sia-siakan bakatmu Cha... pasti bisa!!!
Posted by Jennifer at 12:16 PM 0 comments
Tuesday, August 11, 2009
have to write it down...
Okay....kali ini sama seperti halnya kemarin sehabis nonton rocket science, so many words show on my mind. All of it flowing like a small river, and it flow a lil' fast. even now, while i'm typing this blog, those words, flowing faster than my finger movement.
okay, yesterday i was made a huge mistaken, because of i'm too worried about something that even i didn't knew what is it. And for sure i really piss-off with myself yesterday. So many mistaken i made. I even can't forgave myself yesterday. Maybe it all because i'm a perfectionist person. And i just realize it wasn't that cool to be perfectionist one. I really want to gave rid half of it, but i can't. because my mom was that kind of person, and i learned from her. i'm not blaming her, but i'm also not really happy with this kind of attitude. My mind and my action, was like water and oil in a glass. Different but it in one place. And still curious with the great solution that God will give it on my mind.
So many things i have to think of. My study, my family (my sisters and my parents), my small business. Everything. And seems to me that i've been overloaded yesterday... LOL
But there's always a consequence on any bad act that you do. And what i got, my mom, ignoring me, thank God we not under the same roof. I can be very rude, mean and insane, when i life under the same roof with her. because of her perfectionist thing. Maybe it all because both of us have the same attitude, character and don't know what else.
But now, i'm a lil' bit relax and realize that what i've done yesterday, really, really bad. And it's need time to be fix.
Just hoping, and still hoping, that one day, i can be a better mother and wife for my own family.
Posted by Jennifer at 11:10 AM 0 comments
Monday, August 10, 2009
Menyebalkan....
AArrrggghhhhh.... pengen teriak ga bisa, karena aku tinggal di kota bukan di hutan.... pengen memaki nggak bisa, karena mulut ini terlalu berharga untuk mengeluarkan kata-kata makian yang kasar dan kotor itu. Pengen nangis, air mata ga mau keluar.... ughhh....
Ga habis pikir dech. Baru aja kemarin jiwa ini terasa segar sehabis ikut ibadah sama senior and juniorku, ech satu persatu hal yang bikin bete and suntuk habis datang. Mulai dari sehabis pulang ibadah sampe sekarang banyak hal yang berjalan tidak sesuai dengan apa yang telah kurencanakan dua hari yang lalu. UUurrrggghhhhhh......
Heraannnnnnnnnnn.....!!!!! Mo marah ama Tuhan, ga mungkin, mungkin memang semua terjadi karena kesalahanku sendiri.... But tetep sesak.... HUfffff i need also to share it with someone.... but the question is WHO?
Pokoknya sebentar siap-siap aja di marahin habis-habisan sama bonyok... nasib, nasib, apes habis hari ini....
Posted by Jennifer at 3:32 AM 0 comments
