Hari ini, ketika matahari mulai terbit lebih awal dari jadwalnya, mata ini terbuka, meski agak dipaksakan. Pikiran dan hati ini hanya tertuju akan apa yang akan dibawa untuk ibadah padang ASM Jemaat Getsemani Sakobar. Ibadah yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak sekolah minggu di kolomku - maklum aku saat ini berstatuskan guru sekolah minggu mereka. Setelah semuanya selesai, saya kembali ke dalam kamar, membangunkan adik dan keponakan saya, yang juga begitu antusias menunggu ibadah padang hari ini.
Di satu sisi saya juga senang, karena pikiran dan mata ini perlu diistirahatkan dari hal-hal yang rutin dilakukan sehingga kelelahan itu terasa bertambah sedikit demi sedikit. Semangat perlahan-lahan berkurang seiring waktu dan banyaknya hal yang dipikirkan. Meski saya tahu pada saatnya, tubuh saya akan merasakan kelelahan yang amat sangat, karena dan mengingat saya dan beberapa guru sekolah minggu harus menjaga kurang lebih 30 orang anak kecil yang ada kemungkinan tidak semuanya ikut. Di sisi lain saya mendapat berita yang cukup mengejutkan dari teman-teman kampus saya. Pagi ini, kalo tidak salah, salah satu dosen di fakultas kami, ketua Jurusan Sastra Inggris, David Lotulong meninggalkan tubuhnya dan bumi ini untuk berpulang kepada Sang Pencipta sambil menunggu keputusan akhir apakah akan ke 'bawah' atau ke 'atas'.
Sementara perasaan dan pikiran saya sedang mengolah dengan baik berita yang saya terima melalui pesan singkat di ponsel saya, saya melanjutkan kembali apa yang sempat terhenti. Kalau sebelumnya saya selesai mempersiapkan bekal, maka kali ini saya mengurus apa-apa yang dibutuhkan di sana, semisal baju ganti. Dan ketika semuanya sudah siap, termasuk logistik, saya beralih ke kamar mandi untuk membersihkan badan ini dari keringat dan debu yang menempel pada saat saya tidur.
Puji Tuhan, setelah semuanya selesai, dan anak-anak sekolah minggu beserta pengantar mereka yang notabene orangtua mereka, kami pindah lokasi ke gereja sebelum akhirnya kami menuju ke tempat pelaksanaan ibadah padang itu.
Puji Tuhan setiap saat, hari ini mereka, anak-anak sekolah minggu kolomku, dengar-dengaran terhadap semua peringatan dan larangan yang dapat membahayakan diri mereka. Sungguh suatu keajaiban mereka dengar-dengaran hari ini, dan semua yang terjadi hari ini saya rasa, semuanya sudah diatur sedemikian rupa oleh Allahku.
Dua sisi, dua hal, dua rasa yang terjadi pada diriku hari ini. Jika setiap manusia mengalami dua hal yang berlawanan dalam sehari maka tidak dapat dibayangkan bagaimana Sang Pencipta dapat melakukan semuanya itu. Sungguh nyata firman Allah bahwa pikiranNya tidak dapat diselami oleh manusia manapun. Terpujilah Allahku!!
Tuesday, May 20, 2008
Dua sisi
Posted by Jennifer at 9:16 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment