17 Agustus enam puluh tiga tahun yang lalu, masyarakat Indonesia bersatu dan bersepakat untuk merebut kembali kebebasan yang telah direngut oleh para penjajah. Selama itu pula Indonesia mengalami banyak peristiwa, entah itu suka maupun duka.
Melihat perkembangan yang ada di Indonesia, saya merasa cukup puas. Meski saya hidup di Indonesia ini baru 24 tahun lamanya dengan kata lain seumur hidup saya. Saya teringat semasa SD dimana suatu ketika saya meluncurkan kalimat protes atas pejabat yang saya lihat di televisi yang pada akhirnya dilarang untuk mengulangi hal yang sama dikemudian hari, karena mereka takut (pada waktu itu) ada 'orang-orang' yang melakukan sesuatu yang buruk atas saya. Sebagai seorang anak kecil terang saja saya takut dan berusaha serta belajar menahan laju kalimat yang keluar dari mulut saya. Mengingat itu semua saya sadar, bahwa Indonesia belum sepenuhnya merdeka, belum sepenuhnya bangkit. Soal Indonesia bangkit, menurut beberapa orang, saya rasa belumlah maksimal. Semua yang terjadi di Indonesia, demo besar-besaran mahasiswa di Indonesia yang kedua yang meminta turunnya presiden Soeharto tidak bisa saya banggakan. Karena dilain pihak masyarakat kecil yang tidak tahu apa-apa dirugikan.
Suatu kali saya pernah ikut demo yang 'diselenggarakan' oleh beberapa senior-senior dari beberapa fakultas di universitas saya. Dan jujur saja, waktu itu saya tidak tahu apa sebenarnya yang ingin 'diperjuangkan' oleh kami semua saat itu. Tetapi rasa penasaran saya saat itu begitu besar, sampai akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti demo itu, meski sebelum masuk kuliah orang tua saya sudah wanti-wanti untuk tidak ikut demo. Mungkin mereka takut peristiwa mei '98 juga akan menimpa saya. Dan kenyataan yang saya temukan bahwa hanya sekitar 15% dari total mahasiswa yang ikut, yang sungguh-sungguh mempunyai aspirasi yang murni. Sisanya, hanya ikut-ikutan, termasuk saya.
Sebagai mahasiswa saya tidak terlalu suka dan bangga dengan demo-demo yang dilakukan oleh mahasiswa lain. Karena semuanya tidaklah semurni dengan hasrat dan harapan para pemuda dahulu. Memang benar kata orang tua, orang muda itu cepat panas. Cukup banyak pengrusakan demi pengrusakan aset negara yang dilakukan setiap kali ada demo. Bukanlah 'banyak jalan menuju Roma'. Memang semua butuh waktu, bahkan makanan instant pun butuh waktu supaya bisa kita santap. Seandainya 100 orang dari ribuan mahasiswa tiap fakultas di tiap universitas di tiap daerah mau dengan sungguh meningkatkan kualitas diri, pasti saat ini Indonesia bisa lebih maju lagi. Bagaimana mungkin kita bisa meneriakkan penangkapan pelaku kkn disetiap protes 'demi kesejahteraan masyarakat' jika kita sendiri, para mahasiswa, masih ada yang membayar dosen supaya bisa cepat selesai kuliah, supaya mendapatkan nilai yang bagus. Bukankah sama saja dengan para koruptor lainnya?
Saya hanya bisa berharap sambil melakukan tindakan, meski tidak terlalu besar, supaya Indonesia akan menjadi negara yang maju dan yang bermoral. (Jangan sampai hanya maju saja, baru moral itu tidak ada lagi.)
Sunday, August 17, 2008
da Independence day
Posted by Jennifer at 11:53 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment