CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Wednesday, May 26, 2010

a lil note for my future (as a mom)

Mungkin kedengarannya aneh, but ini penting, aku harus menaruhnya di sini sebelum aku melupakan semuanya. Meski aku bisa menuliskannya pada sebuah buku atau kertas, but bisa saja buku atau kertas itu hilang ataupun tanpa sengaja dibuang (yang jelas bukan oleh diriku).

Hal ini terpicu oleh aoa yang aku saksikan beberapa menit yang lalu di sebuah stasiun swasta Korea (itu swasta apa kepunyaan pemerintah mereka yach?) Judul acaranya Wendnesday Special. Acara ini setiap minggunya tayang (namanya juga wednesday jadi gak akan mungkin di putar tiap hari :p) dengan topik yang berbeda. Hari ini mereka mengangkat topik bahwa peningkatan seorang anak dalam pelajaran tidak selamanya hanya melalui waktu belajar di tempat kursus ataupun di tempat bimbel (red. bimbingan belajar), tetapi juga bisa melalui belajar di rumah sendiri. Belajar di rumah bukan berarti diajar oleh seorang guru privat yang sudah ahli, akan tetapi belajar bersama orang tua sendiri, bisa juga bersama orang tua dan teman sebaya.

Hal ini mungkin dirasakan bagi sebagian orang tua tidak hanya di Korea dan Indonesia, akan tetapi di seluruh negara merupakan hal yang agak sulit untuk diwujudnyatakan. Karena sebagian dari mereka tidak bisa menghadapi seorang anak. Memang pada awalnya sulit untuk menghadapi seorang anak, apalagi bila anak itu tergolong dalam anak-anak "spesial". Spesial di sini tidak hanya anak yang nakal ataupun manja, akan tetapi juga anak-anak yang memiliki kelebihan tersendiri misalnya ADD (attention deficit disorder). Belum lagi cara berpikir anak-anak yang masih dipenuhi dengan keiinginan untuk bermain juga berbeda dengan cara berpikir orang dewasa yang lebih serius. Padahal kalo mau dipikir, orang dewasa juga pernah merasakan bagaimana menjadi seorang anak. Aneh khan?!

Anyway, hal itu menginspirasiku mengenai bagaimana cara menuntun anak dalam belajar dengan cara yang menyenangkan. Berikut beberapa cara yang dilakukan oleh para ibu Korea dalam acara tersebut:

1. Memberikan jadwal kepada anak untuk belajar dipagi hari, sebelum berangkat ke sekolah melalui e-education (untuk yang satu ini tergantung jam dimulainya sekolah sang anak).

2. Membuat sebuah book club buat sang anak di mana sang ibu menjadi gurunya (love this kind idea).

3. Membeli buku dalam jumlah yang besar sesuai dengan urutan kelas, plus membeli beberapa audio book dalam bahasa asing (harus di budget-kan secara khusus soal ini, buku sekarang ga murah).

4. Bergabung atau kalau perlu membuat sebuah perpustakaan khusus untuk anak-anak dimana di dalam perpustakaan tersebut ada kelas-kelas khusus untuk tiap tingkatan umur sekolah yang berbeda.

Kayaknya itu saja. But tadi tidak cuma sang ibu yang berperan dalam mendidik sang anak, sang ayah pun berperan dalam mengajarkan beberapa hal yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah. Juga harus ingat mendorong anak untuk membaca alkitab dalam bahasa asing, supaya bisa lancar bahasa asingnya :D

Yup!!!!! that's all for now. Nanti kalo ada lagi bakalan di posting lagi. Semoga aku mengingatnya, kalo aku dah posting di blog ini... Aminnnnn...

Fighting!!!!

God bless us all

0 comments: