Kalau ditanya seseorang keputusan apa yang kuambil dan yang kemudian ku sesalkan?
Mungkin semula aku akan berkata aku menyesal telah membuang begitu banyak waktuku untuk sesuatu yang kelihatannya tidak berguna sama sekali.
Aku menyesal karena tidak mengungkapkan apa yang sebenarnya ada dalam hatiku ini.
Aku menyesal kenapa tidak bisa mengatakan langsung perasaanku
kepada orang yang kusukai, yang kutaksir, yang kucintai....
Tapi melihat apa yang terjadi terhadap diriku sekarang, aku tidak menyesali setiap keputusan yang kuambil.
Karena tanpa itu aku pasti tidak akan tau dan mengerti segala rasa, pikiran dan pandangan orang lain terhadap sesuatu hal dan sudah pasti aku tidak akan pernah bertumbuh menuju kekedewasaan.
Mungkin ada kalanya aku akan mengalami suatu kerugian namun juga ada saat dimana apa yang aku putuskan itu bisa membawa keuntungan kepadaku.
Jika dahulu aku adalah seseorang yang berkata-kata tanpa adanya pertimbangan terlebih dahulu, tanpa mau mendengar pendapat orang lain terlebih dahulu.
Maka sekarang meski kecil, aku mulai belajar bagaimana aku harus menahan mulut ini untuk mengeluarkan pendapat.
Mungkin aku terlalu banyak mempertimbangkan sesuatu.
Tapi aku tidak pernah menyesalinya.
Aku belajar dan masih akan terus belajar sampai sudah waktunya aku meninggalkan dunia
ini.
Yang mana tidak akan lama lagi.
Bicara soal kematian.
Aku hanya berharap satu hal.
Pada saatnya aku meninggalkan dunia ini, segala apa Tuhan rencanakan dalam kehidupanku bisa terpenuhi dan terlaksana sesuai dengan kehendakNya.
Dan nantinya, saat aku bertemu muka dan muka dengan Dia yang menciptakanku, aku dapat membanggakan Dia.
Aku juga berharap, sebelum aku mati nanti, aku dapat merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang istri, seorang ibu dari anak-anak yang sehat jasmani dan rohaninya.
Dapat menjadi seseorang yang dicintai dan mencintai tanpa syarat.
Dapat menjadi seseorang yang dimana suamiku nanti akan menunjukkan the whole of him, the trully him tanpa harus merasa malu dan menerima dan mencintai dirinya apa adanya.
Dapat menjadi sandaran keluarga, orang-orang yang kukasihi dan mereka yang membutuhkan...
Dan aku akan berusaha sebisa yang aku bisa membagikan setiap cinta yang aku punya kepada mereka....
Meski aku harus mengorbankan diriku.
Sebab satu hal yang ingin ku katakan, ingin ku ajarkan, ingin ku tanamkan dalam pikiran mereka.
Mereka adalah pribadi-pribadi yang luarbiasa, ciptaan Tuhan yang menakjubkan, yang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing serta pribadi yang sangat Tuhan kasihi dan cintai.
Berat dan muluk sich kelihatannya permintaanku ini.
Tapi semua keinginan untuk tenar, terkenal, punya banyak duit.
Semua seakan sirna dengan sendirinya.
Karena orang yang tenar belum tentu bahagia sepenuhnya.
Orang terkenal belum tentu hidupnya tentram dan dicintai oleh orang lain dengan tulus tanpa ada maksud tertentu.
Orang berduit belum tentu dapat merasakan keamanan, kehangatan cinta yang tulus, merasakan keindahan hidup ini tanpa rasa takut...
Aku hanya ingin dapat bahagia dan membahagiakan orang-orang yang ku kasihi terutama dan paling utama Tuhanku....
Ini hidupku.
Ini keinginanku.
Ini misiku.
Ini awal dari sebuah akhir.

0 comments:
Post a Comment